Seringkali aku coba berlari mencari arti pasti
Banyak sendu kulebur untuk meraih tetes puih
Senandung angin yang bertiup
Mengikuti dentuman detik jarum waktu
Hanya untuk menggapaimu
Aku terpungkur redup tak sanggup
berlabuh
Setengah nyawa ku habiskan demi
duniamu
Tetapi angin membawa takdir lain
Bertangan dingin dan menjelaskan
Bahwa duniamu, bukan untukku
Aku jatuh tertatih, meringkih
Tak tahu untuk apa lagi harus di dunia
3 Januari 2013
Masyitha
‘poetry
create’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar