Seandainya
kau adalah bunga,aku mau jadi tangkai yang selalu menjagamu dengan duri sebagai
senjataku
Andai
dirimu lautan yang membiru, aku rela jadi yang batu karang selalu diterpa ombak
lautmu
Bila
saja burung merpati meminta nyawaku untuk ditukar oleh secangkir cinta itu
Dengan
penuh ikhlas aku serahkan demi kasih dalam secangkir cinta itu dariku
Tentu
saja, mata bulatmu yang mampu mengalunkan aroma-aroma syahdu yang buatku mati
Mati
dalam ingatan bahwa sinarmu itu tidak akan ku jadikan bintang terang
Tentu
saja, meski didepan sembilan aral melintang panjang membentang
Secangkir
cinta manis kuusahakan terhidang indah diatas meja hatimu
MASYITHA CAHYA PUTRI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar